30 Hari, Sehat tanpa nasi


Hi guys, jumpa lagi dengan saya, hehe. Alright, kali ini saya akan berbagi pengalaman saya saat tinggal di negeri Jiran. Tahun 2014 lalu, ya tentunya belum menjadi tahun menulis bagi saya hehe, kala saya mengadu nasib ala TKW, ya lebih tepatnya melancong sambil mencari info pekerjaan. Dalam share ini saya gunakan bahasa yang enak aja ya asal sopan.

Begini ceritanya, saya ingin share bagaimana lidah jawa ini hidup ditengah makanan melayu serta beberapa makanan ala Pakistan disana. Dimulai saya landed di KLC dengan kebingungan yang teramat sangat, tengok sana tengok sini tak kenal sapapun di Negara tersebut sampai akhirnya saya mampir disebuah warung kaki lima pinggir jalan yang menjual namanya Nasi Lemak Ayam Goreng, nasi lemak itu hampir mirip dengan nasi uduk jadi nasi yang dibumbui dengan beberapa bumbu rempah khas melayu. Untuk nasi lemak dan ayam goreng tak asing di lidah saya.

Namun, bukan hal tersebut yang membuat gaya hidup saya sebagai seorang javanesse pecinta manis menjadi ‘doyan asin’ dan ‘menyapih’ nasi. Hal ini bermula dari ketika saya tinggal di sebuah rusun bernama rusun Matahari tepatnya di area Selangor, terdampar guys, sebab kala itu saya ada sebuah undangan untuk hadir ke RS Tropicana hospital untuk mencari info lowongan sekalian melancong gitu. Nah, tetangga rusun yang saya sewa  adalah orang Madura, batam, china, Pakistan, india, dan nano nano banyak dari bermacam Negara disana. Setelah kurang lebih seminggu, lidah saya mulai merindukan santapan lezat khas jogja, yang tidak saya temukan disana, makanan Indonesia yang familiar disana adalah tentu saja, rendang.

Biaya hidup disana tergolong murah ya sebelas dua belas dengan Indonesia,saya mulai hunting berbagai makanan hingga akhirnya saya mengenal Veed seorang Pakistani teman Mey Mey yang mengundang kami ditempat singgahnya dan Veed menghidangkan ‘roti’ ala Pakistan untuk kami. Saat itu yang terlintas dalam pikiranku, roti itu semacam cake atau pastry atau semacam brownies, tspi ternyata jauh dari dugaan saya. Roti khas Pakistani yang dimaksud adalah capati.

Apa itu Capati?
Veed menjelaskan bahwa capati adalah salah satu jenis makanan pokok di Pakistan selain nasi briyani. Capati dibuat dari tepung gandum berkadar protein tinggi bernama Ata ,sehingga ketika ‘diuleni’  akan lembut ketika dipanggang diatas teflon. Membuat capati cukup mudah dan hanya diberi bumbu sedikit garam atau lada.

doc. ReanaClaire
Saya mulai mengkonsumsi capati karena untuk memenuhi kebutuhan hidup disana saya harus berhemat. Dan akhirnya capati inilah yang jadi pilihan sebagai pengganti nasi, capati biasanya disantap dengan  kari ayam dan telur kari goreng. Namun jangan khawatir meskipun terlihat berkolesterol ternyata mereka sudah mengatasinya dengan cara membuat kari non santan ya guys.  Ada beberapa keuntungan yang saya rasakan ketika saya tidak mengkonsumsi nasi selama 30 hari antara lain :

1.       Tubuh lebih ringan
Setelah saya membaca beberapa artikel kesehatan dan buku gizi gandum ternyata mengandung vitamin, protein, zat besi kemudian ada juga magnesium dari zat inilah ternyata bisa lebih menyehatkan jantung, menjauhi risiko terkena diabetes,mengurangi rematik alias “encok” dan ada beberapa jenis penyakit lain termasuk osteoporosis. Luar biasa bukan, dan saya mengiyakan hal tersebut sebab ketika saya megkonsumsinya saya merasa lebih ringan bergerak serta lebih berenergi jika jalan jauh atau mendaki.

2.       Tidak ‘Ngantukan’
Dari beberapa berita, Indonesia terkenal pemalas dan kurang bersemangat itu mungkin bisa karena konsumsi nasi berlebih sebab didalam nasi terdapat zat karbohidrat yang tinggi, lemak namun rendah protein. Ini sebabnya orang Indonesia yang jarang mengkonsumsi susu cenderung mini hehe termasuk saya. Dan nasi membuat endapan glukosa tinggi dalam darah dan hal tersebut bisa mengacu pada diabetes serta konon katanya nih kalau konsumsi nasi berlebih itu penyerapan kalsium atau vitamin D dalam tubuh berkurang banyak. Nah, mari mulai hidup sehat konsumsi gandum supaya jika pasokan beras turun kita tidak khawatir hehehe malah kampanye

3.       Tahan lapar
Dengan mengkonsumsi gandum, kita lebih lama bisa menahan lapar, walaupun memang saat awal memakan gandum perut saya terasa kram dan sakit, ya maklum biasanya manja dengan yang halus-halus dan empuk, gandum saat dibuat menjadi capati texturnya cenderung agak kasar dan tergolong makanan berat untuk dikonsumsi dibandingkan dengan nasi, namun rasanya gurih dan sangat cocok disantap dengan kari ayam, sapi atau telur goreng kari dimana orak arik dibumbui kari memakai jinten. Tahan lapar ini disebabkan karena kandungan zat dalam gandum yang bisa membuat metabolisme tubuh stabil.

4.       Mendapat referensi diet sehat
Dari pengalaman ini jika ingin menurunkan berat badan kita bisa menghindari nasi sementara waktu dan menggantinya dengan gandum, karena metabolisme tubuh saat mengkonsumsi gandum lebih stabil dibandingkan saat kita makan nasi. Veed teman saya, dan keluarganya makan nasi itu hanya seminggu sekali dalam bentuk nasi briyani yang pasti enak kok hehe. Gandum merupakan diet sehat, karena kandungan karbohidratnya rendah maka ketika kita konsumsi tidak menimbulkan BB naik drastis, dan gandum biasanya dipakai untuk diet komunitas fitneas yang badannya seperti roti sobek itu.

Jadi dari hasil kesimpulan share kali ini, ada kok bahan pokok selain nasi, so semboyan “nek rung mangan sego, ra mangan jenenge” itu hanya mitos ya teman-teman, alias kebiasaan nenek moyang, semua bisa karena terbiasa seperti para bule dan gak perlu jauh-jauh, orang papua makan sagu kan? So bagaimana keputusanmu untuk bahan pokok diet sehatmu ?jangan risaukan harga beras. Jika sekarang keluarga saya bisa membiasakan makan gandum, mungkin saya akan sangat senang tapi sayangnya saya harus kembali ke indonesia dan terjebak dalam cita rasa nasi, namun sesekali saya mambuat capati dirumah, karena benar badan terasa lebih enteng saat mengurangi nasi. silahkan dicoba..

Nah itu lah yang bisa saya share kali ini, semoga bermanfaat untuk kalian untuk cit cat lanjutan bisa lho kirim ke email : dewikrisna1307@gmail.com. Mohon maaf ya guys, kalau tulisan masih berantakan, doakan semoga segera tertata hehehe.





16 komentar:

  1. Diterusin di sini bagus juga lho mb, diet tanpa nasinya. Btw penasaran sama capati, tepungnya khusus ya? Di sini sama dg roti mariyam ga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jenis tepungnya Ata mbak. itu beda dengan tepung roti maryam yg disini. bedo bangt sik jelas.

      Hapus
  2. Wah aq juga dah coba hidup tanpa nasi mbak. Lebih ringan 😎👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi.. gmn jadi kuat jalan kan kl gak konsumsi nasi bnyk2

      Hapus
  3. Kalo sekarang masih dipraktekin gak mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. aq maem nasi SMP mbak.. skrg cm kadang2 soal aq emg gak gt suka nasi..

      Hapus
  4. Coba kalau masih dilanjutkan, pasti makin sehat ya mba. Aku jg pengin nyobain, tapi ada yg kurang kl blm makan nasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak aq msh lanjut tp kdg2 ttp maem nasi sesekali.. n porsinya dkit

      Hapus
  5. Yup bener mb, aku pun kadang nggak suka nasi atau bosen makan nasi, dan makan yg laen trnyata fine fine aja.. benefitnya hampir sama sih kayaknyg mb dewi dapet...

    BalasHapus
  6. Waduhhh aku bisa gak ya lepas dari nasi 😂

    BalasHapus
  7. Bentukannya kayak roti cane/maryam ya? Kalau ini lebih lebar

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak tp tepungnya yg canay asli sm disini beda jaooh wkkwka

      Hapus
  8. Capati capati makannya sama kuah kare kuning2 gt sumpah aku blom pernah soalnya pemakan nasi hahahahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. uenakkk mbak.. dicoba ajah. tp cari yg asli tepungnya

      Hapus