Hari Kartiniku, Hari Perdana Menulisku


Sumber : Koleksi pribadi

Kartini adalah salah satu sosok wanita Indonesia yang ‘dipuja’ kaum wanita di Indonesia sebagai seseorang yang memperjuangkan emansipasi wanita. Oleh sebab itu, setiap tanggal 21 April di Indonesia selalu diperingati sebagai hari Kartini yang notabene digembor-gemborkan tentang emansipasi wanita dengan adanya berbagai kegiatan dimana wanita memiliki persamaan hak dalam berbagai aspek termasuk menjadi pemimpin.

Terinspirasi dari hal tersebut pada tanggal 21 April lalu, saya memikirkan sebuah keputusan dalam hidup saya, dimana saat ini saya sedang ‘haus’ akan wawasan dan ilmu. Dahaga saya dalam ilmu teratasi saat salah satu sahabat sekaligus patner lady saya mengajarkan kepada saya sebuah ilmu tentang dunia menulis.

Jalan cerita ini berawal dari Desember 2017 lalu, dimana Ri mengajak saya hadir dalam sebuah acara komunitas penulis di sebuah cafe, Nanamia Pizzarea tepatnya. Di tempat inilah saya mengenal beberapa penulis-penulis hebat yang notabene terdiri dari kaum wanita salah satunya bernama Vi. Vi adalah sosok yang maskulin dan saya melihat ada sesuatu terpendam dan bakat dalam dirinya. Jauh hari Vi menawarkan saya untuk bergabung dengan komunitas penulis yang diampunya. Namun, lagi-lagi sifat saya yang menyukai aktivitas luar dan tak begitu suka menuangkan inspirasi dalam bentuk tulisan, memberikan efek ‘lemot’ respon dalam memutuskan bergabung di dunia baru ini.
Hari-hari terlewati hingga akhirnya berganti tahun, saat itu kami tetap bertatap muka , say hey dan hang out bareng, seiring dengan waktu saya mulai merubah presepsi mengenai dunia menulis itu membosankan. Why I said it was so made me bored? Karena dalam otak saya menulis itu harus berdiam dan selalu di depan laptop.

Setelah melakukan beberapa kegiatan bersama mereka, ada sebagian yang mengatakan yang penting bias exist, yang penting menang lomba, yang penting punya banyak teman, dan ada yang bilang hidup sebagai penulis ya gitu-gitu aja. Tapi disini saya menemukan sebuah ‘pintu gerbang’ saat Ri bertanya ‘kenapa kamu ingin menulis?’ , jawaban saya ‘menulis adalah seperti sebuah laporan setelah kita melakukan analisa saat kehadiran kita pada event, tapi tak hanya menulis menurutku semua event, orang dan kegiatan yang ada disitu adalah sebuah pola, ya sebuah pola dimana berisi wawasan yang aku butuhkan untuk mengobati rasa hausku akan wawasan, ya disini dari hal sederhana dahagaku akan ilmu dan wawasan bisa teratasi untuk hal yang ingin aku cita-citakan’. Dari semua pernyataan itulah saya memulai tulisan pertama saya yaa sekarang ini hehehe. Let’s start. Jadi Ri, Vi thanks ya sudah membawaku ke dunia menulis, semoga dari ‘expert’ nya kalian di dunia menulis bisa memberikanku inspirasi dan banyak belajar dari kalian. So, inilah sharing pertama saya mengenai ‘menulis yang cantik’  hahaha walaupun hasilnya masih acak-acakan tapi gak apa-apa, jangan takut menulis kata Ri. Saya akan share setiap kali disini dari semua ilmu dan wawasan yang saya dapatkan di dunia menulis.Inilah perubahan yang ku lakukan di hari kartiniku, bagaimana dengan hari Kartinimu? 😀

1 komentar: