Hi guys, jumpa lagi dengan saya,
hehe. Alright, kali ini saya akan
berbagi pengalaman saya saat tinggal di negeri Jiran. Tahun 2014 lalu, ya tentunya
belum menjadi tahun menulis bagi saya hehe, kala saya mengadu nasib ala TKW, ya
lebih tepatnya melancong sambil mencari info pekerjaan. Dalam share ini saya
gunakan bahasa yang enak aja ya asal sopan.
Begini ceritanya, saya ingin
share bagaimana lidah jawa ini hidup ditengah makanan melayu serta beberapa
makanan ala Pakistan disana. Dimulai saya landed di KLC dengan kebingungan yang
teramat sangat, tengok sana tengok sini tak kenal sapapun di Negara tersebut
sampai akhirnya saya mampir disebuah warung kaki lima pinggir jalan yang
menjual namanya Nasi Lemak Ayam Goreng, nasi lemak itu hampir mirip dengan nasi
uduk jadi nasi yang dibumbui dengan beberapa bumbu rempah khas melayu. Untuk
nasi lemak dan ayam goreng tak asing di lidah saya.
Namun, bukan hal tersebut yang
membuat gaya hidup saya sebagai seorang javanesse pecinta manis menjadi ‘doyan
asin’ dan ‘menyapih’ nasi. Hal ini bermula dari ketika saya tinggal di sebuah
rusun bernama rusun Matahari tepatnya di area Selangor, terdampar guys, sebab
kala itu saya ada sebuah undangan untuk hadir ke RS Tropicana hospital untuk
mencari info lowongan sekalian melancong gitu. Nah, tetangga rusun yang saya
sewa adalah orang Madura, batam, china, Pakistan,
india, dan nano nano banyak dari bermacam Negara disana. Setelah kurang lebih
seminggu, lidah saya mulai merindukan santapan lezat khas jogja, yang tidak saya
temukan disana, makanan Indonesia yang familiar disana adalah tentu saja, rendang.
Biaya hidup disana tergolong
murah ya sebelas dua belas dengan Indonesia,saya mulai hunting berbagai makanan
hingga akhirnya saya mengenal Veed seorang Pakistani teman Mey Mey yang
mengundang kami ditempat singgahnya dan Veed menghidangkan ‘roti’ ala Pakistan untuk
kami. Saat itu yang terlintas dalam pikiranku, roti itu semacam cake atau
pastry atau semacam brownies, tspi ternyata jauh dari dugaan saya. Roti khas Pakistani
yang dimaksud adalah capati.
Apa itu Capati?
Veed menjelaskan bahwa capati
adalah salah satu jenis makanan pokok di Pakistan selain nasi briyani. Capati
dibuat dari tepung gandum berkadar protein tinggi bernama Ata ,sehingga ketika ‘diuleni’
akan lembut ketika dipanggang diatas teflon.
Membuat capati cukup mudah dan hanya diberi bumbu sedikit garam atau lada.
![]() |
| doc. ReanaClaire |
Saya mulai mengkonsumsi capati
karena untuk memenuhi kebutuhan hidup disana saya harus berhemat. Dan akhirnya
capati inilah yang jadi pilihan sebagai pengganti nasi, capati biasanya
disantap dengan kari ayam dan telur kari
goreng. Namun jangan khawatir meskipun terlihat berkolesterol ternyata
mereka sudah mengatasinya dengan cara membuat kari non santan ya guys. Ada beberapa keuntungan yang saya rasakan
ketika saya tidak mengkonsumsi nasi selama 30 hari antara lain :
1.
Tubuh
lebih ringan
Setelah saya
membaca beberapa artikel kesehatan dan buku gizi gandum ternyata mengandung
vitamin, protein, zat besi kemudian ada juga magnesium dari zat inilah ternyata
bisa lebih menyehatkan jantung, menjauhi risiko terkena diabetes,mengurangi
rematik alias “encok” dan ada beberapa jenis penyakit lain termasuk osteoporosis.
Luar biasa bukan, dan saya mengiyakan hal tersebut sebab ketika saya megkonsumsinya
saya merasa lebih ringan bergerak serta lebih berenergi jika jalan jauh atau mendaki.
2.
Tidak
‘Ngantukan’
Dari beberapa
berita, Indonesia terkenal pemalas dan kurang bersemangat itu mungkin bisa
karena konsumsi nasi berlebih sebab didalam nasi terdapat zat karbohidrat yang
tinggi, lemak namun rendah protein. Ini sebabnya orang Indonesia yang jarang
mengkonsumsi susu cenderung mini hehe termasuk saya. Dan nasi membuat endapan
glukosa tinggi dalam darah dan hal tersebut bisa mengacu pada diabetes serta
konon katanya nih kalau konsumsi nasi berlebih itu penyerapan kalsium atau
vitamin D dalam tubuh berkurang banyak. Nah, mari mulai hidup sehat konsumsi
gandum supaya jika pasokan beras turun kita tidak khawatir hehehe malah
kampanye
3.
Tahan
lapar
Dengan mengkonsumsi
gandum, kita lebih lama bisa menahan lapar, walaupun memang saat awal memakan
gandum perut saya terasa kram dan sakit, ya maklum biasanya manja dengan yang
halus-halus dan empuk, gandum saat dibuat menjadi capati texturnya cenderung agak
kasar dan tergolong makanan berat untuk dikonsumsi dibandingkan dengan nasi, namun rasanya gurih dan sangat cocok disantap dengan kari ayam, sapi atau telur goreng kari dimana orak arik dibumbui kari memakai jinten. Tahan lapar ini disebabkan
karena kandungan zat dalam gandum yang bisa membuat metabolisme tubuh stabil.
4.
Mendapat
referensi diet sehat
Dari pengalaman
ini jika ingin menurunkan berat badan kita bisa menghindari nasi sementara
waktu dan menggantinya dengan gandum, karena metabolisme tubuh saat mengkonsumsi gandum lebih stabil dibandingkan saat kita makan nasi. Veed teman saya, dan keluarganya makan
nasi itu hanya seminggu sekali dalam bentuk nasi briyani yang pasti enak kok hehe. Gandum merupakan diet sehat, karena kandungan karbohidratnya rendah maka ketika kita konsumsi tidak menimbulkan BB naik drastis, dan gandum biasanya dipakai untuk diet komunitas fitneas yang badannya seperti roti sobek itu.
Jadi dari hasil kesimpulan share
kali ini, ada kok bahan pokok selain nasi, so semboyan “nek rung mangan sego,
ra mangan jenenge” itu hanya mitos ya teman-teman, alias kebiasaan nenek
moyang, semua bisa karena terbiasa seperti para bule dan gak perlu jauh-jauh,
orang papua makan sagu kan? So bagaimana keputusanmu untuk bahan pokok diet
sehatmu ?jangan risaukan harga beras. Jika sekarang keluarga saya bisa membiasakan makan gandum, mungkin saya akan sangat senang tapi sayangnya saya harus kembali ke indonesia dan terjebak dalam cita rasa nasi, namun sesekali saya mambuat capati dirumah, karena benar badan terasa lebih enteng saat mengurangi nasi. silahkan dicoba..
Nah itu lah yang bisa saya share
kali ini, semoga bermanfaat untuk kalian untuk cit cat lanjutan bisa lho kirim
ke email : dewikrisna1307@gmail.com.
Mohon maaf ya guys, kalau tulisan masih berantakan, doakan semoga segera tertata
hehehe.


Nasi ne go aku aja
BalasHapusoleh mbak mau brp bakul? hehhee
HapusDiterusin di sini bagus juga lho mb, diet tanpa nasinya. Btw penasaran sama capati, tepungnya khusus ya? Di sini sama dg roti mariyam ga?
BalasHapusJenis tepungnya Ata mbak. itu beda dengan tepung roti maryam yg disini. bedo bangt sik jelas.
HapusWah aq juga dah coba hidup tanpa nasi mbak. Lebih ringan 😎👍
BalasHapushihihi.. gmn jadi kuat jalan kan kl gak konsumsi nasi bnyk2
HapusKalo sekarang masih dipraktekin gak mbak?
BalasHapusaq maem nasi SMP mbak.. skrg cm kadang2 soal aq emg gak gt suka nasi..
HapusCoba kalau masih dilanjutkan, pasti makin sehat ya mba. Aku jg pengin nyobain, tapi ada yg kurang kl blm makan nasi.
BalasHapusiya mbak aq msh lanjut tp kdg2 ttp maem nasi sesekali.. n porsinya dkit
HapusYup bener mb, aku pun kadang nggak suka nasi atau bosen makan nasi, dan makan yg laen trnyata fine fine aja.. benefitnya hampir sama sih kayaknyg mb dewi dapet...
BalasHapusWaduhhh aku bisa gak ya lepas dari nasi 😂
BalasHapusBentukannya kayak roti cane/maryam ya? Kalau ini lebih lebar
BalasHapusiya mbak tp tepungnya yg canay asli sm disini beda jaooh wkkwka
HapusCapati capati makannya sama kuah kare kuning2 gt sumpah aku blom pernah soalnya pemakan nasi hahahahah
BalasHapusuenakkk mbak.. dicoba ajah. tp cari yg asli tepungnya
Hapus