Second article : THE POWER OF 'EMAK-EMAK'



Sumber : Koleksi Pribadi
Sesuai janji saya, saya akan share setiap kali saya mendapatkan pengalaman baik dari segi wawasan dan beberapa hal lain, okey stop curhatnya hehehe. By the way,  sok inggris dikit yak, malam ini saya dan adik saya jalan-jalan sore disebuah kawasan top selfi yakni Ganjuran City , jalannya yang dipenuhi jalan dengan pohon yang menjulang tinggi dan tertata dengan rapih ditambah dengan nuansa pedesaan yang masih asri yang membuatnya masuk dalam kategori tempat top selfi.

Baik, untuk top selfi kita bahas next time yak, hal yang ingin saya share kali ini adalah mengenai seorang 'Emak' yang saya sering memangilnya 'mboke', eitsss tapi ini bukan ibu saya ya. Mbok'e adalah seorang wanita penjual angkringan sederhana yang terletak di kawasan Pasar Gathak tak jauh dari kawasan wisata top selfi dan religi di Ganjuran.Untuk jenis makanannya ya ada gorengan, sate jeroan dan nasi kucing favorite mahasiswa karena harga murah, rasa enak dan kualitas super serta porsi kuli hehehe. Ada sesuatu kisah yang bisa membuat kita 'trenyuh' jika mendengar kisah Mbok'e ini. Saya kagum dengan semangatnya mencukupi kebutuhan rumah tangganya dengan cara berjual angkringan yang lapaknya ia buka setiap jam 16.00 WIB hingga larut malam. Sekitar satu tahun yang lalu, angkringan Mbok'e ini masih diemperan toko dan menu masih seadanya, namun seiring berjalannya waktu menu di angkringan ini bertambah walaupun masih sederhana, hingga sekarang Mbok'e bisa menyewa ruko kecil, Hal itu tak lantas membuat penampilannya berubah, ia tetap memakai kaos oblongnya dan ciri khasnya adalah rambut yang digelung ke atas.

Mbok'e memiliki suami dan saya selalu melihat ia bersama cucu dari istri pertama suaminya, Mbok'e selama ini belum dikaruniai anak, namun dalam hal ini Mbok'e lah menjadi tulang punggung keluarga sebab suami dan istri pertama suaminya tidak bekerja begitu tuturnya. Setiap saya nongkrong disana dia selalu curhat, dibalik kehidupannya yang rumit dengan hiruk pikuk seperti itu, Mbok'e dengan perangainya yang galak-galak lucu selalu terlihat ceria dan santai menjaga angkringannya. 'Saktekane, sak kuat e dilakoni nek kesel leren, sik penting ki usaha mesti Gusti paring rejeki, rasah gengsi nuruti gengsi ra mangan mengko' tuturnya dengan nada khas jawa yang sering orang bilang medhok.

Hal yang bisa saya petik disini adalah hidup tak boleh mengeluh dan tak boleh menyerah , kaislah rejeki dimanapun itu dan seperti apapun itu asal halal. Tak dapat lowongan pekerjaan  ditempat bergengsi tak lantas membuat kita harus menyerah mencari penghasilan, banyaklah berusaha di hal positif lainnya dan jangan melulu mengikuti gengsi, tetaplah dalam kesederhanaan meskipun nanti nya kita 'mampu'. Dan saya membenarkan hal tersebut, tinggimya angka pengangguran di negara Indonesia adalah karena ada sifat lazy yang tinggi dan sebagian terlalu banyak mengejar status sosial yang membuatnya menjadi penjara bagi dirinya sendiri. Belajarlah dari kisah Mbok'e ini, be strong , be powerfull.

Okay guys, inilah share saya hari ini semoga bermanfaat ...

bagi yang mau share bisa e-mail ke dewikrisna1307@gmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar